Kami Segenap Keluarga Besar SDN.Aenganyar I Mengucapakan "SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1435H/2014M"

Jumat, 10 Mei 2013

PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF KURIKULUM 2013

PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF KURIKULUM 2013
Oleh : Akhmad Said Hidayat,S.Pd.SD
Guru SDN. Aenganyar I


Pada tahun pelajaran 2013/2014 akan ada perubahan kurikulum, dimana kurikulum tersebut nantinya akan berbasis tematik terintegratif dari kelas I sampai kelas VI, namun untuk tahun 2013 hanya akan diterapkan pada kelas I dan kelas IV, dan hal tersebut akan dilaksanakan secara bertahap, sampai semua kelas dari kelas I sampai kelas VI dapat melakukan pembelajaran tematik terintegratif.  Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.


Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia.

Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari IPA dan IPS yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.

Dari sudut pandang psikologis, peserta didik belum mampu berpikir abstrak untuk memahami konten mata pelajaran yang terpisah kecuali kelas IV, V, dan VI sudah mulai mampu berpikir abstrak. Pandangan psikologi perkembangan dan Gestalt memberi dasar yang kuat untuk integrasi Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran tematik. Dari sudut pandang transdisciplinarity maka pengotakan konten kurikulum secara terpisah ketat tidak memberikan keuntungan bagi kemampuan berpikir selanjutnya.


Baca juga tulisan menarik lainnya

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar