Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 September 2014

Video Pembelajaran Kurikulum 2013 itu…fiksi kawan…

Video Pembelajaran Kurikulum 2013 itu…fiksi kawan…
Jika anda peserta pelatihan Kurikulum 2013 pasti sudah  melihat video-video yang ditayangkan oleh para tutor bagaimana hebatnya mengajar tematik dengan seru dan dengan anak yang mudah sekali diarahkan. Saat itu juga para peserta akan terheran-heran bagaimana luar biasanya kelas tersebut bisa begitu mudah mengajarkan materi dengan tingkat mengajar yang “high” . Benarkah video itu atau hanya sebuah aktor dan para pendukung sesuai arahan sang sutradara Kurikulum 2013? . Pada artikel berikut ini saya akan mengupas tentang video tersebut simak ya..

Sabtu, 28 Juni 2014

Tips Sehat Saat Berpuasa

Tips Sehat Saat Berpuasa

Puasa adalah salah satu rukun islam yang ketiga dan harus dilaksanakan oleh umat islam yang telah balig. Puasa wajib dilaksanakan selama 30 hari saat bulan ramadhan, dan hanya boleh ditinggalkan jika anda dalam keadaan sakit, menstruasi, dan dalam perjalanan jauh (musafir). Itu pun dengan catatan anda harus menggantinya di luar bulan ramadahan sesuai dengan jumlah yang anda tinggalkan. Ini menunjukkan bahwa puasa ramadhan adalah salah satu kewajiban yang mengikat namun mempunyai toleransi bagi yang berhalangan. 

Jumat, 27 Juni 2014

PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 MENURUT PERMENDIKNAS 81A LAMPIRAN IV

PEDOMAN UMUM PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013
MENURUT PERMENDIKNAS 81A LAMPIRAN IV

OLEH :
RIA ASTUTIK NINGSIH
INSTRUKTUR NASIONAL KABUPATEN SUMENEP


Salah satu elemen perubahan pada kurikulum 2013 adalam standart proses, standart proses merupakan kemampuan guru untuk menyampaikan materi kepada peserta didik dengan tujuan agar tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.
Banyak metode dan model pembelajaran yang haru di kuasai oleh guru agar tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru (teacer centered) tetapi harus berpusat pada siswa (student centered)
Secara prinsip, kegiatan pembelajaran dalalm kurikulum 2013 merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan.

Kajian esensi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013

Kajian esensi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013

Oleh :
AKHMAD SAID HIDAYAT,S.Pd.SD
Guru SDN. Aenganyar I Kec. Giligenting


A.      Apa itu kurikulum?
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.
Kurikulum merupakan dasar untuk menentukan arah dan landasan kebijakan pendidikan, dimana hal tersebut telah tertuang pada UU Republik Indonesia Nomo 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan supaya menyusun kurikulum sendiri, tentunya penyusunan kurikulum harus disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan.

Cara Asyik Mengisi Liburan Sekolah

 Ujian kenaikan kelas telah usai, laporan hasil belajar selama satu semester telah dibagikan, dan saat yang ditunggu pun akan tiba.. liburan sekolah! Liburan sekolah merupakan saat yang membahagiakan bagi anak-anak setelah disibukkan dengan rutinitas kegiatan belajar di sekolah. Liburan juga menjadi saat untuk mendinginkan otak setelah dipaksa keras berpikir menyelesaikan soal-soal ujian kenaikan kelas.
Sudah terpikirkan kegiatan untuk mengisi liburan nanti? Apakah mengunjungi rumah nenek dan kakek? Menikmati wisata alam, atau hanya sekedar di rumah membantu pekerjaan orang tua di rumah sambil menikmati acara televisi yang biasanya dipenuhi dengan film anak-anak serta main games bersama teman-teman?

Jumat, 20 Juni 2014

Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Manajemen Mutu Guru

Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Manajemen Mutu Guru
Oleh:
Ali Harsojo, M.Pd.
Praktisi Pendidikan dan Guru Sekolah Dasar


                   
 ABSTRAK
Profesi  guru  dewasa  ini  banyak  didambakan  oleh  masyarakat,  karena  dianggap  lapangan  pekerjaan yang mudah diproleh dan mudah didapat. De ngan berdiri di depan kelas sudah dapat menjadi  guru  dan  pada  akhir  bulan  akan  mendapat  imbalan  mengajar  walaupun  tidak  sesuai  dengan  apa  yang  diharapkan.  Namun  telah  memberi  peluang  untuk  mengatasi  pengangguran.  Keadaan  demikian  secara  terus menerus dan dari masa ke masa  sehingga profesi guru dianggap mudah oleh sebagian masyarakat.  Padahal  tugas  guru  merupakan  tugas  yang  berat  karena  akan  mencerdaskan  kehidupan  bangsa  dengan  melalui  proses  pendidikan.  Tugas  mulia  ini  harus  didukung  banyak  faktor    agar  terlaksana  dengan  baik.Terutama  menyangkut  tentang  keprofesionalitas    guru  itu  sendiri,  kesejahteraan,  perlindungan  terhadap guru itu sendiri dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Pendidikan  berkualitas  harus  dimulai  dari  guru  yang  berkualitas  pula.  Oleh  sebab  itu  teori  manajemen  dengan  menggunakan  prinsip  TQM  ,  dapat    juga  diterapkan  dalam  pendidikan    yaitu  1)  Berfokus pada konsumen ( Customer Fokus ),  Kepemimpinan yang berkualitas ( Quality Leadership ), 2)  Berfokus pada kepentingan semua yang terkait dan berkepentingan  (Stakeholder Focus). 3) Semua aspek  diintegrasikan  dalam  strategi  bisnis  (Integrated  Busines  Strategy).  4)  Memelihara  kerjasama  yang  baik  dalam kelompok (Teamwork). 5) Kemampuan memberikan kepercayaan, kewenangan dan pemberdayaan (  Empowerment). Jika prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan maka mutu pendidikan yang bermuara dengan  mutu guru, akan tercapai sebagaimana yang diharapkan dalam tujuan pendidikan nasional.
Kata Kunci : Mutu guru,profesionalisme, kompetensi guru.

Kamis, 19 Juni 2014

Membangun Karakter Peserta Didik Melalui Pendidikan Berkearifan Lokal

Membangun Karakter Peserta Didik
Melalui Pendidikan Berkearifan Lokal

Oleh:
Ardiyansah Yuliniar Firdaus, S.Pd.
Guru Sekolah Dasar di  Kabupaten Bangkalan
Calon Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya


I. Pendahuluan
Pendidikan karakter saat ini memang menjadi isu utama pendidikan, selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter inipun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Dalam UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Senin, 28 Oktober 2013

Metode pembelajaran Index Card Match

Metode pembelajaran Index Card Match dapat memupuk kerja sama siswa dalam menjawab pertanyaan dengan mencocokkan kartu indeks yang ada di tangan mereka. Proses pembelajaran ini lebih menarik karena siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Dalam metode ini siswa harus mengerjakan banyak tugas. Mereka harus menggunakan otak, mengkaji gagasan, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar juga harus gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah. Siswa bahkan sering meninggalkan tempat duduk mereka, bergerak leluasa dan berfikir keras.

Kamis, 03 Oktober 2013

BANTUAN GEDUNG PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SDN. AENGANYAR I

Perpustakaan merupakan bagian penting dari kegiatan belajar mengajar, karena perpustakaan merupakan gudang refrensi sebagai acuan untuk melakukan sebuah kegiatan belajar mengajar, baik itu berupa materi, penelitian ilmiah ataupun pembuatan PTK bagi guru-guru.
SDN.Aenganyar I sekarang mendapatkan Bantuan Gedung Perpustakaan Sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang Memorandum of Understanding (MOU) sudah ditandatangani oleh kepala sekolah kemarin lusa dengan besaran dana yang turun sekitar Rp. 128.520.000,- (Seratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh ribu rupiah)

Senin, 01 Juli 2013

Manfaatkan Hari Liburan Anak dengan Hal Kreatif!



Tidak terasa tahun ajaran lama telah selesai yang diakhiri dengan masa - masa liburan yang mana hari - hari yang paling disenangi oleh anak-anak. Masa liburan memang diadakan bagi semua orang untuk me-refresh mental kita dari segala pikiran yang berhubungan dari urusan kerja atau belajar.
Sayang jika waktu liburan terlewatkan hanya untuk bersantai-santai, bermain game seperti game playstation atau sekedar menonton televisi saja. Mengisi waktu libur dengan sejumlah hal kreatif tentu akan sangat berguna bagi Anda dan keluarga. Setidaknya bisa menambah pengetahuan bagi anggota keluarga, khususnya anak-anak.

Kamis, 13 Juni 2013

PENDIDIKAN KARAKTER ADALAH PENDIDIKAN WARISAN BANGSA

PENDIDIKAN KARAKTER ADALAH PENDIDIKAN WARISAN BANGSA
OLEH : EMY SUPRIYANTI,S.Pd.SD


“Mumpong padhe gi’ kana’ pabhejeng nyare elmo”
Begitulah lantunan syair lagu Madura yang selalu dilantunkan oleh kakek dan nenek kita, masih terngiang di telinga lantunan lagunya, lagu tersebut mengisyaratkan bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menuntut ilmu. Sering orang tua kita selalu mengomando kita dengan isyarat – isyarat lewat syair, puisi atau peribahasa. Dalam hal tersebut orang tua kita berusaha untuk memberikan pendidikan lewat cara yang unik dan tidak terkesan monoton. Dan sering orang tua kita memberikan pendidikan lewat tingkah laku, sopan santun dan tatakrama. Nah hal ini merupakan pendidikan karakter yang memang harus ditanamkan kepada anak sebagai generasi penerus, dimana sebagai generasi penerus haruslah bisa memfilter budaya – budaya negatif yang datang dari luar dengan memberikan tameng pendidikan karakter lewat budaya – budaya ketimuran yang memang terkenal dengan adat budaya, kesopanan dan tatakrama.

ILMU BAGAIKAN LENTERA DALAM HIDUP

ILMU BAGAIKAN LENTERA DALAM HIDUP
Oleh : Akhmad Said Hidayat,S.Pd.SD


“elmoh : ngilnongngel ta’ etemmoh”
Begitulah sastra Madura mengomentari tentang ilmu, ilmu diibaratkan sebagai sesuatu yang abstrak, yang tidak bisa diraba, dilihat bahkan tidak bisa dirasakan oleh panca indra manusia. Namun keunikan dari ilmu tersebut adalah sebagai pondasi dari semuanya, bayangkan saja. Kita melakukan sesuatu tidak berilmu bagaikan melakukan sesuatu yang tiada gunanya, bahkan Tuhan sendiri pun pertama kali menurunkan wahyu kepada nabi Muhammad melalui kata “Iqro’”, yang artinya membaca atau dalam makna harfiah yaitu belajar untuk mencari ilmu.

Senin, 10 Juni 2013

Peran PGRI dalam Memperjuangkan Eksistensi Guru



Peran PGRI dalam Memperjuangkan Eksistensi Guru
Oleh:
Ali Harsojo, S.Pd.
Guru SDN Aenganyar I Giligenting

Rasional
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai organisasi profesi yang sangat ideal dan tepat sebagai wadah untuk meningkatkan profesionalisme guru, mengatasi berbagai masalah yang dihadapi para guru serta memperjuangkan nasib guru dan pendidikan pada umumnya. Agar guru dan tenaga kependidikan dapat berperan maksimal dalam menjalankan fungsinya, mereka perlu didukung, dibantu, didorong dan diorganisasikan dalam suatu wadah yang dinamis, prospektif dan mampu menjawab tantangan masa depan. Organisasi yang tepat dan telah mampu melakukan hal itu semua adalah PGRI. Sejarah telah membuktikan bahwa keuletan, kekompakan, kejuangan dan perjuangan PGRI selama ini telah menempatkan PGRI bukan saja menjadi organisasi guru dan tenaga kependidikan yang terbesar di Indonesia, tetapi juga merupakan bagian dari organisasi guru dunia yang tersebar di 158 negara di dunia yang anggotanya kini lebih dari 25 juta.

Kamis, 30 Mei 2013

Tips Mendapatkan Rasa Percaya Diri

Tips Mendapatkan Rasa Percaya Diri
Oleh : Yanto Winarjo,S.Pd.M.Si 
(Kepala SDN. Aenganyar I) 


Dalam sebuah penampilan di depan umum, kepercayaan diri memang sudah menjadi faktor utama yang sangat penting agar segala hal yang ingin kita raih menjadi kenyataan. Dengan kepercayaan diri yang tinggi pula sebuah resiko akan bisa kita lalui tanpa adanya keraguan. Namun memang terkadang rasa percaya diri ini tidaklah dimiliki oleh setiap orang. Ada sebagian dari kita yang selalu merasa tidak percaya diri untuk menghadapi suatu hal yang memang terbilang sangat penting. Menumbuhkan kepercayaan diri pada diri kita sendiri memang tidaklah semudah seperti yang kita bayangkan. Butuh penyesuaian yang cukup serta mental yang kuat untuk meraihnya.

Bahkan adakalanya setelah kehilangan rasa percaya diri agak kesulitan juga untuk kembali bangkit. Di sini ada trik dan tips untuk rasa percaya diri agar kembali dengan cepat saat di butuhkan.

Rabu, 29 Mei 2013

Membangun Peserta Didik Berkarakter Berbasis Sosio-Kultural melalui Penanaman Konsep Diri Positif


Membangun Peserta Didik Berkarakter Berbasis Sosio-Kultural 
melalui Penanaman Konsep Diri Positif 

Oleh: ALI HARSOJO, S.Pd.
GURU SDN AENGANYAR I KECAMATAN GILIGENTING

Rasional

Salah satu pijakan arah pendidikan di Indonesia adalah lahirnya Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam UU Sisdiknas tersebut pada Bab II Pasal 3 menjelaskan bahwa telah memungkinkan diterapkannya pendidikan karakter pada tingkat SD untuk diintegrasikan pada setiap mata pelajaran dan memperhatikan kondisi lokal/ daerah. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan UU di atas dapat dikemukakan bahwa selain bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, fungsi pendidikan nasional susungguhnya juga diarahkan untuk membentuk watak atau karakter bangsa Indonesia sejak dini, sesuai dengan potensi keunggulan budaya lokal bangsa yang beradab dan bermartabat luhur. Dalam konteks ini peserta didik perlu mengakomodasi segala potensi, termasuk kekayaan sosial-budaya atau sosiokultural yang ada disekitar sekolah. Kekayaan sosial-budaya tersebut menjadi salah satu sumber belajar bagi peserta didik  yang perlu dikembangkan.

Minggu, 19 Mei 2013

PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI TEKNIK REINFORCEMENT

PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI TEKNIK REINFORCEMENT
OLEH:
ALI HARSOJO, S.Pd.
Guru SDN Aenganyar I Giligenting

A.    Latar Belakang
Secara umum dapat dikatakan bahwa segala sesuatu yang diciptakan dan dilahirkan secara ilmiah oleh para pakar dibidangnya adalah berkat adanya pendidikan. Karena dengan pendidikan (melalui proses pembelajaran dan latihan) meraka dapat memahami proses, cara, tehnik dan prosedur dalam menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sebagai terapan dari ilmu yang telah dipelajarinya melalui kegiatan belajar mengajar pada lembaga pendidikan tertentu sampai akhirnya dapat mengusai ilmu yang dipelajari dan memiliki keterampilan yang memadai.
Dalam konteks pendidikan, kegiatan belajar mengajar merupakan suatu sistem. Kegiatan belajar mengajar terdiri dari berbagai komponen yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi. Belajar pada hakekatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman (Rusman, 2010:5).

Rabu, 15 Mei 2013

Model Pembelajaran CLIS


Model Pembelajaran CLIS
A.      Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran, seperti dikemukakan oleh E. Rohimah Adi Maulana (2002;9)
Dahlan dalam N.Nurlela (2001:1) mengatakan bahwa yaitu suatu model mengajar dapat diartikan sebagai suatu rencana atau pola yang digunakan dalam penyusunan kurikulum, mengatur materi pelajaran dan memberi petunjuk kepada pengajar dikelas. Model pembelajaran merupakan rencana dalam mengajar yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu dalam pembelajaran. Rencana pembelajaran ini meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.

Senin, 13 Mei 2013

Data yang Diunggah ke Dapodik Harus Lengkap, Wajar, dan Benar

Jakarta (Dikdas): Tidak tercantumnya nama guru dalam Data Pokok Pendidikan, salah satunya, disebabkan pengisian instrumen data oleh operator sekolah tidak lengkap. Hal demikian diutarakan Supriyatno, S.Pd., M.A, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menanggapi keluhan sejumlah guru yang namanya belum tercantum dalam Dapodik sehingga khawatir tidak dapat tunjangan.

Sabtu, 11 Mei 2013

Membuat Belajar di Sekolah Jadi Menyenangkan


Pernahkah kita mendengar seorang anak berkata bahwa ia bosan bersekolah? Atau mungkin kita pernah merasakan hal yang sama? Merasa sangat jenuh untuk berlama-lama berada di sekolah? Lalu benar-benar merasa bahagia ketika bel pulang sekolah berdering. Bagi beberapa orang, hal ini mungkin dianggap sebagai suatu kewajaran. Tapi jika ditelisik lagi, sebenarnya fenomena kebosanan jenis ini adalah hal yang cukup serius, khususnya bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan kita.Sejatinya tujuan utama didirikan sekolah adalah sebagai sarana kegiatan belajar mengajar bagi anggota masyarakat, dalam hal ini para siswa. Di sekolah anak-anak bertemu dengan gurunya, membaca buku, mengikuti pelajaran dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Jikalau seorang anak merasa bosan berada di sekolah, sangat mungkin proses belajar mengajar pun menjadi tidak maksimal.